Dasar Rasulallah SAW Melarang Makan dan Minum Secara Berdiri
Dasar Rasulallah SAW Melarang Makan dan Minum Secara Berdiri

Dasar Rasulallah SAW Melarang Makan dan Minum Secara Berdiri

Dasar Rasulallah SAW Melarang Makan dan Minum Berdiri - Pada kesempatan yang baik ini saya ingin memberikan informasi terkait Dasar Makan dan Minum Secara Berdiri menurut Nabi Muhammad SAW. Yang mana, kebiasaan ini sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, mari kita simak Penjelasan Mengenai Makan dan Minum Secara Berdiri

Dasar Rasulallah SAW Melarang Makan dan Minum Berdiri - Pada kesempatan yang baik ini saya ingin memberikan informasi terkait Dasar Makan dan Minum Secara Berdiri menurut Nabi Muhammad SAW. Yang mana, kebiasaan ini sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, mari kita simak Penjelasan Mengenai Makan dan Minum Secara Berdiri dibawah ini.
Kita mungkin tidak menyadari akan buruknya kebiasaan yang umum dilakukan oleh manusia di dunia ini. Yaitu makan dan minum dengan cara berdiri. Apa kalian pernah melakukannya? yang pasti pernah kan? saya juga tidak bisa mempungkiri dengan kebiasaan ini, karena saya juga pernah bahkan sering melakukannya.

Setelah saya baca-baca, ternyata kebiasaan makan dan minum secara berdiri berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Mungkin dari kita belum banyak yang tau akan dampak buruknya ini. Namun, kita yang muslim dan menjadi umat Nabi Muhammad SAW, tentu saja akan menuruti kebiasaan serta ajaran dan amalan yang telah Nabi sabdakan di berbagai hadist.

Untuk itu, mari perlahan-lahan kita tinggalkan kebiasaan buruk ini. Karena tidak hanya kata dokter saja yang melarang kebiasaan ini. Tetapi Rasulallah SAW pun melarangnya. Untuk lebih jelasnya Dasar mengapa Rosulallah melarang kebiasaan makan dan minum secara berdiri, berikut penjelasan lengkapnya.

Dasar Rasulallah SAW Melarang Makan Dan Minum Berdiri

“Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri”. Qotadah berkata: ”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”. (HR. Muslim dan Turmidzi)
“Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)

Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata: “Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan pernah sekali minum sambil disfungsi pencernaan. Adapun Rasulullah berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat hanya sekali karena darurat!

Begitu pula makan sambil berjalan, sama sekali tidak sehat, tidak sopan, tidak etis dan tidak pernah dikenal dalam Islam dan kaum muslimin.

Dr. Ibrahim Al-Rawi melihat bahwa manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat tepenting pada saat makan dan minum.
Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Dr. Al-rawi menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus –menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa bebenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.
Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Nah, jika kita minum berdiri air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter.

Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya. Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum. Oleh karena itu marilah kita kembali hidup sehat dan sopan dengan kembali ke pada adab dan akhlak Islam, jauh dari sikap meniru-niru gaya orang-orang yang tidak mendapat hidayah Islam.

Bagaimana, apakah setelah Anda membaca artikel singkat saya ini, Anda masih akan melakukan kebiasaan Makan dan Minum secara Berdiri? Semoga saja kita semua mendapat hidayah dari Allah SWT agar kita semua diberi kesehatan. Amin..

Demikianlah artikel mengenai Dasar Rasulallah SAW Melarang Makan dan Minum Secara Berdiri. Semoga apa yang saya sampaikan lewat artikel ini bisa bermanfaat bagi Kita semua. Amin ya Robbal'alamin.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Tempat Membaca Informasi Digital Masakini

You Might Also Like: