Pengertian, Gejala dan Cara Pencegahan Penyakit HIV AIDS
Pengertian, Gejala dan Cara Pencegahan Penyakit HIV AIDS

Pengertian, Gejala dan Cara Pencegahan Penyakit HIV AIDS

Pengertian, Gejala serta Cara Pencegahan Penyakit Hiv Aids - Hiv Aids, merupakan penyakit paling berbahaya dan sangat mematikan di seleruh dunia. Penyakit Hiv Aids ini sendiri sampai sekarang belum ada obat yang bisa mengobati dan menyembuhkan penderita dari penyakit Hiv Aids ini. Maka dari itu, Anda harus tahu mengenai Apa itu Hiv Aids? Apa Gejalanya? bagaimana Cara Penularannya? dan bagaimana Cara Pencegahannya?

Pengertian, Gejala serta Cara Pencegahan Penyakit Hiv Aids - Hiv Aids, merupakan penyakit paling berbahaya dan sangat mematikan di seleruh dunia. Penyakit Hiv Aids ini sendiri sampai sekarang belum ada obat yang bisa mengobati dan menyembuhkan penderita dari penyakit Hiv Aids ini. Maka dari itu, Anda harus tahu mengenai Apa itu Hiv Aids? Apa Gejalanya? bagaimana Cara Penularannya? dan bagaimana Cara Pencegahannya?.

Kebanyakan dari mereka yang mengidap penyakit HIV AIDS ini adalah para pemuda pemudi yang berusia antara 18 tahun sampai 35 tahun. Maka dari itu, pada usia yang produktif ini sangat rentan terhadap penyakit Hiv Aids dan rentan juga tertular penyakit tersebut. Di seluruh dunia pun sampai memperingati hari Hiv Aids ini yang jatuh pada tanggal 1 Desember. Ini membuktikan bahwa ancaman penyakit Hiv Aids ini merupakan ancaman yang serius di seluruh dunia.

Lalu, Apa itu Hiv Aids?
Pengertian, Gejala dan Cara Pencegahan Penyakit HIV AIDS

HIV ( Human Immunodeficiency Virus ) adalah virus yang dapat menyebabkan melemahnya atau rusaknya sistem kekebalan tubuh pada manusia. Virus HIV biasanya terdapat dalam cairan tubuh penderitanya seperti darah, cairan sperma atau cairan v*gina, ASI.

Sedangkan AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem  kekebalan tubuh seseorang akibat infeksi virus HIV.

Lantas, Bagimana HIV bisa menjadi AIDS?

Ada beberapa tahapan ketika mulai terinfeksi Virus HIV sampai timbul gejala AIDS. Dan berikut tahapan-tahapannya:

Tahap 1: Periode Jendela ( 2 minggu - 6 bulan )
- HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
- Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini

Tahap 2: HIV Positif ( tanpa gejala, rata-rata selama 5-10 tahun )
- HIV berkembang biak dalam tubuh
- Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV
- Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun tetapi di negara berkembang lebih pendek)

Tahap 3: HIV Positif ( muncul gejala, umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan )
- Sistem kekebalan tubuh semakin turun
- Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll

Tahap 4: AIDS
- Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
- berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah

Gejala Penyakit HIV AIDS

Sekarang lanjut pada gejala orang yang terinfeksi penyakit HIV AIDS. Bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi):
Gejala Mayor :
  • Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
  • Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
  • Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
  • Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
  • Demensia/ HIV ensefalopati
Gejala Minor :
  • Batuk menetap lebih dari 1 bulan
  • Dermatitis generalisata
  • Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
  • Kandidias orofaringeal
  • Herpes simpleks kronis progresif
  • Limfadenopati generalisata
  • Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
  • Retinitis virus sitomegalo
Cara Penularan Penyakit HIV AIDS
  • Melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam / membran mukosa atau darah dengan penderita HIV
  • Melalui hubungan int*m ( v*ginal, an*l, maupun or*l ) dengan penderita HIV
  • Pemakaian j*rum suntik/alat t*jam lainnya secara bersama-sama antara penderita HIV dan bukan penderita
  • Antara ibu penderita HIV ke bayinya selama kehamilan, bersalin dan menyusui
  • Melalui transfusi darah yang mengandung HIV
Lantas. Bagaimana Cara Pencegahannya?

Cara pencegahan tertular atau terinfeksi virus HIV AIDS adalah sebagi berikut:
  • Jangan lakukan s*ks bebas.
  • Jangan berganti-ganti pasangan s*ks.
  • Minta pasangan anda juga untuk tidak berganti-ganti pasangan s*ks.
  • Selalu gunakan k*ndom apabila melakukan hubungan s*ks dengan orang yang tidak diketahui secara pasti kondisi kesehatannya.
  • Jangan gunakan k*ndom yang telah kadaluarsa, yang penyimpanannya tidak baik, terkena panas matahari, terlalu lama disimpan di dompet. Perhatikan cara pemasangan dan pelepasan k*ndom.
  • Jangan gunakan secara bersama-sama j*rum suntik, j*rum t*to, j*rum tindik, pis*u cukur, alat manikure-pedikure.
  • Bila hendak menjalani transfusi darah selalu pastikan bahwa darah tersebut telah di screnning oleh PMI dan dinyatakan bebas dari virus HIV.
  • Untuk mencegah penularan kepada bayi dari ibu hamil yang positiv HIV, dibawah pengawasan dokter dapat diberikan obat ARV selama masa kehamilan atau pada saat proses melahirkan. Demikian juga pada bayinya dapat diberikan satu dosis ARV dalam waktu 72 jam setelah dilahirkan.
  • Hindari pemberian ASI kepada bayi dari ibu yang terinfeksi HIV.
Dari apa yang saya sampaikan di atas, bisa menjadi informasi bagi Anda yang belum tahu mengenai penyakit HIV AIDS.

Itulah Pengertian, Gejalan dan Cara Pencegahan Penyakit HIV AIDS yang dapat sayya sampaikan. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi bagi Anda yang ingin mengetahui seputar penyakit HIV AIDS. Semoga bermanfaat.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Tempat Membaca Informasi Digital Masakini

You Might Also Like: